Untuk kali ini pilihan hati aku tujukan kepada seorang pria sederhana. Yaaa, dia adalah seorang pria yang amat sangat sederhana. Aku mencintainya dan sangat mencintainya. Entah sejak kapan aku mencintainya, yang jelas rasa itu timbul seketika aku dekat dengannya.
Awalnya aku hanya merasakan hal biasa dari dirinya. Bahkan sejak awal pertemuan 7 Juli 2013 di Gelora Bung Karno. Bukan Bukan!! dia ke GBK bukan untuk aku, tepatnya untuk bertemu dengan temen aku tapi aku juga ada disana hehe :) Dari situlah kita bertemu di acara Gathring Last Friends Indonesia.
Pas itu aku lagi sama temen dan ketemu sama dia. Yaaaa belum ada ketertarikan sama sekali padanya dan akupun tidak terlalu dekat dengannya. Apa deket? Mengenalnya aja belum pernah. Sampai akhirnya ternyata dia menghubungi aku tepat minggu terakhir puasa Ramadhan.
Sejak itulah aku mengenalnya dan dekat dengannya. Tepat tanggal 6 Agustus 2013 kuputuskan untuk menerima cintanya :) *eciyeeewww
Hmmmm lebih tepatnya jadian deeeh! Namun awal hubungan kita terjadi konflik. Konflik Politik?? Bukan bukan! kita bukan orang Parpol haha :D *kembalikeskip*
Konflik antar perasaan lebih baiknya. Perasaan antara pacar dan sahabat. Aku tau dia adalah mantan dari temen deket aku (bukan temen yang aku ceritakan di atas itu). Laaah yang namanya udah jadi mantan yaaa kita boleh2 aja mau pacaran sama siapapun tapi ini masalahnya. *lupakan
Dan bagaimanapun hambatan dari masalah tersebut dia tetap memilih aku.
Entah kenapa dia bertahan untukku. Banyak wantina yang jauh lebih sempurna diluar sana dibandingkan sama aku yang jauh dari kata sempurna.
Namun, inilah rencana Tuhan!! Semakin ikat erat berhubungan semakin banyak juga hambatan eksternal yang selalu burusaha untuk memisahkan kita berdua.
Tapi kita akan selalu bersama untuk menghadapi semua itu. Kita percaya Tuhan sedang menguji hubungan kita untuk naik ke level teratas. Tidak ada yang bisa memisahkan kita kecuali jarak, ruang, dan maut. Sekarang jarak yang sedang memisahkan kita. Bahkan jarak yang amat sangat jauh tapi percaya aja sama yang punya hidup ini bahwa segalanya akan baik-baik saja.
Yaaaa.. dan dialah pria terakhir untuk menjadi pendamping dan sisa hidupku. Bukan karena dia tampan, bukan karena dia gagah! Karena dia pria yang mampu membuat sisa hidupku menjadi berwana. Karena dia yang mampu menjadikan aku wanita yang tegar dibalik semua air mataku. Karena dia telah mengajarkan aku untuk lebih sabar menghadapi semua masalah dan mampu membimbing aku untuk tetap meredam emosi. Karena dia yang telah menghapus airmataku yang jatuh. Dan karena dia adalah imam pertama sholatku untuk menggantikan ayah.
Untuk itu pilahan cinta terakhir hanya untuk pria ini, pria yang sederhana. Pria yang selalu memberikan alasan untuk aku tetap bertahan disini dengan kenyataan bahwa kita akan selalu tertawa bersama berdua tanpa airmata yang menghiasi hidup kita...
Dan dia keindahan yang nyata
hingga waktu akan menutup mataku sampai hari akhir nanti.
TEGUH WALUYO JATI
--- Novia Cindy Larasaty @Ncdyy
--- Novia Cindy Larasaty @Ncdyy




0 komentar:
Posting Komentar