Petang ini hujan pertama bulan Desember turun membasahi bumi tanpa permisi. Hadir bersama diantara ribuan rintik air. Rintikan suara hujan memecah kesunyian hati yang sepi ini setelah beberapa hari tak bisa berkomunikasi dengan pria diseberang sana. Datangnya tak pernah sendiri, selalu ditemani dengan segumpal awan hitam kelabu yang menorehkan lukisan hitam putih di langit.
Riuh rintiknya menjadikan musik di petang ini dan mengusir kesepianku. Kemudian aku duduk mendekap lutut, menatap rintik hujan yang turun membasahi jendela kamarku dengan sesachet Coffee hangat penenang sunyi.
Sesaat kemudian muncul kenangan bersama seorang pria yang aku sayangi. Dengan sigap segera aku ambil musik box dan Play dengan lagu Raisa - LDR.
Aku duduk terpojok disini sendiri bersama kenangan yang amat sangat kurindukan. Munculah serangkaian kata yang melintas di kepala. Tak ingin hilang menjadi butiran mimpi, segera aku menangkap dan menuangkannya, disini..
Hujan, fenomena alam yang entah kenapa selalu membawa nuansa yang berbeda, setidaknya untuk menikmati rintiknya air hujan yang membasahi diluar sana. Hujan selalu membawa kenangan tersendiri. Aku rasa semua orang pasti memiliki kenangan bersama hujan, entah kenangna yang menyenangkan, menyakitkan maupun rangkaian bait yang perasaan yang turun bersamanya.
Mungkin sebagian orang mengabaikan hujan dan kenangannya, namun saat hujan tak kembali turun pasti tak ada pilihan baginya selain diam dan menikmati memorinya..
----- Novia Cindy Larasaty @Ncdyy



0 komentar:
Posting Komentar